Vibe Coding sudah berhasil pada part 2, namun AI tidak menampilkan aplikasinya untuk review kita.
Kondisi jeda seperti ini sering kali membuat proses pengujian aplikasi sementara tertunda.
Maka, masukkan prompt di bawah ini untuk melihat project anda dengan jelas dan akurat.
Prompt khusus ini berfungsi memaksa sistem agar segera membuka jendela pratinjau utama.
“Aplikasi tidak muncul di browser atau chrome”

Kendala semacam ini wajar terjadi ketika sistem memerlukan instruksi manual tambahan.
Dengan memasukkan perintah teks tersebut, AI akan segera merespons dan memunculkan pratinjau.
6. Pratinjau Hasil Vibe Coding
Hasil dari prompt langkah 5 adalah AI memberikan sebuah link kepada kita untuk melihat cuplikan aplikasi yang sudah dia buat.
Tautan eksklusif tersebut akan mengarahkan kita langsung ke pratinjau visual dari program yang telah dirakit secara otomatis.
Aplikasi ini belum seutuhnya menjadi aplikasi yang dapat diinstall ke android, maka kita melakukan langkah selanjutnya.
Kita masih memerlukan beberapa tahapan penyempurnaan kode agar bentuk akhirnya siap dijadikan file APK yang utuh.
Dokumen panduan ini sangat esensial untuk menjamin fungsionalitas aplikasi berjalan tanpa ada bagian yang terlewat.
Maka, masukkan prompt di bawah ini untuk meminta dokumen panduan pengembangan produk secara lengkap dan mendetail dari AI:
“Kirimkan dokumen PRD nya agar saya bisa menyempurnakan aplikasinya.”

Perintah krusial ini akan memerintahkan sistem untuk merangkum seluruh spesifikasi teknis yang dibutuhkan dengan akurat.
AI akan langsung menyusun seluruh catatan penting tersebut ke dalam bentuk dokumen yang siap kita gunakan kapan saja.
7. Membangun APLIKASI
Deretan kerangka yang sudah disusun beserta kode yang dibuat oleh AI tersimpan dalam file PRD, selanjutnya tinggal kita bangun aplikasinya.
Dokumen Product Requirements Document (PRD) ini bertindak sebagai cetak biru atau blue print utama bagi seluruh fitur.
Di dalam file penting tersebut, tersimpan rapi seluruh aturan logika, rancangan skema basis data, hingga alur navigasi pengguna.
Kita tidak perlu lagi menulis ulang kode secara manual karena kecerdasan buatan akan membaca seluruh isi dokumen tersebut.
Dengan bermodalkan file panduan komprehensif ini, proses pembangunan aplikasi dapat berjalan secara otomatis dan terarah.

Masukan prompt di bawah ini pada kolom perintah editor untuk melanjutkan proses pengembangan aplikasi:
“Tolong bangun kan aplikasi yang berfungsi sebagaimana mestinya sesuai dengan dokumen yang dibuat.”
Sistem akan langsung bekerja merakit seluruh fitur, logika, dan tombol interaktif sesuai rancangan awal.
Tunggu sampai proses selesai.
Jangan terburu-buru menutup jendela atau menghentikan aktivitas sistem selagi proses perakitan berlangsung.
Pekerjaan berat ini sepenuhnya ditangani oleh kecerdasan buatan tanpa perlu repot mengetik kode manual.
8. Cek RESPONSIF Aplikasi
Setelah aplikasi yang sudah berhasil dibangun beserta fungsi dan fiturnya selesai dirakit, ada satu tahap penting berikutnya.
Hal yang perlu kita perhatikan secara saksama adalah apakah desainnya responsif ketika kita melalui cek android.

Pengujian responsivitas ini bertujuan untuk memastikan tampilan layar tidak mengalami pergeseran tata letak yang berantakan.
Kita perlu menguji apakah setiap tombol, teks, dan gambar dapat menyesuaikan diri secara sempurna di berbagai ukuran layar.
Lanjutkan dengan memasukkan prompt ini untuk melihat desain responsif melalui android secara langsung pada sistem:
“Saya ingin menjalankan aplikasinya di ponsel.”
Klik enter pada keyboard Anda, dan tunggu proses sampai selesai tanpa terburu-buru menutup jendela.
Lanjutan PART 4 atau klik link berikut https://dudukdulu.com/vibe-coding-aplikasi-kantin-express-part-4/











Leave a Reply